100%
Bahasa Arab VIII - Mubtada Khabar

Bahasa Arab VIII - Mubtada Khabar

Oleh M. Farhan Syakur, S.Hum. · 01 Sep 2026

Pengetian Mubtada’ Khabar (مُبْتَدَأ وَخَبَر)

Kita mengenal susunan kalimat sempurna dalam bahasa Indonesia terdiri dari subjek dan predikat. Nah, dalam bahasa Arab pun memiliki aturan susunan kalimat yang serupa yang disebut dengan mubtada’ khabar (مُبْتَدَأٌ خَبَرٌ). Kalau dipadankan maka istilah subjek sepadan dengan mubtada’ sedangkan istilah predikat sepadan dengan khabar.

Secara definisi, mubtada’ (المُبْتَدَأُ) adalah isim (اسْمٌ) yang berada di awal kalimat. Sedangkan khabar (الخَبَرُ) adalah kata yang disandarkan kepada mubtada’ yang berfungsi sebagai penjelas. 

Mari kita bahas melalui beberapa contoh berikut ini.

Pembahasan Pertama

Perhatikan contoh kalimat berikut ini.

Kalimat di atas adalah kalimat sempurna yang terdiri dari mubtada’ (مُبْتَدَأ) dan khabar (خَبَر). Dalam konteks susunan kalimat bahasa Indonesia, kalimat di atas terdiri dari subjek dan predikat.

Kata المَسْجِدُ (masjid) adalah kata yang berada di awal kalimat. Sehingga secara gramatikal kata al-masjidu disebut dengan mubtada’ (مُبْتَدَأ). Sedangkan kata قَرِيْبٌ (dekat) adalah kata yang disandarkan kepada mubtada’ sebagai penjelas makna sehingga kata qoriibun secara gramatikal disebut dengan khabar (خَبَر).

Khabar berfungsi sebagai penjelas bagi mubtada’ sehingga makna dalam kalimat tersebut menjadi sempurna. Tanpa khabar maka kata yang menjadi mubtada’ tidak menunjukkan makna apapun kecuali arti dari kata itu sendiri. Coba perhatikan kembali contoh ungkapan di atas. Tanpa kata qoriibun maka kita tidak mendapatkan penjelasan apapun mengenai masjid tersebut. Oleh karena itu, ketika kata qoriibun disandarkan kepada kata al-masjidu maka kita mendapatkan kejelasan makna bahwa masjid itu dekat, tidak jauh.

Pembahasan Kedua

Mari kita membahas contoh ungkapan lainnya terkait dengan mubtada’ khabar. Perhatikan kalimat berikut ini!

Kedua ungkapan kalimat di atas adalah kalimat sempurna yang susunannya terdiri dari mubtada’ dan khabar. Pada kalimat pertama kita mendapatkan penjelasan/informasi bahwa bandara itu terletak jauh dari taman kota. Begitu juga dengan kalimat kedua yang menjelaskan kepada kita bahwa sekolah itu terletak jauh dari taman kota. Namun, dari kedua kalimat tersebut terdapat perbedaan pada khabar-nya, yaitu بَعِيْدٌ dan بَعِيْدَةٌ.